Integral Tiga
Integral ganda menjumlahkan fungsi di atas daerah dua dimensi. Integral tiga $\iiint_E f(x,y,z)\,dV$ melangkah lebih jauh: menjumlahkan fungsi di atas daerah tiga dimensi (volume padat). Jika $f$ adalah densitas volumetrik, hasilnya adalah massa benda padat. Jika $f = 1$, hasilnya adalah volume. Secara komputasional, integral tiga hanyalah tiga integral bertingkat — tapi tantangan utamanya adalah memilih sistem koordinat yang tepat. Bab ini memperkenalkan dua sistem koordinat baru: koordinat silinder (untuk masalah dengan simetri aksial) dan koordinat bola (untuk masalah dengan simetri spherical). Kunci keberhasilan adalah mengenali kapan masing-masing sistem digunakan dan mengingat faktor Jacobian yang menyertai setiap transformasi.
22.1 Dari 2D ke 3D: Motivasi Integral Tiga
Dalam Bab 21, integral ganda $\iint_D f\,dA$ menjumlahkan nilai $f$ di atas daerah datar $D$. Sekarang kita ingin menjumlahkan nilai fungsi $f(x,y,z)$ di atas volume padat $E \subseteq \mathbb{R}^3$. Elemen integrasi berubah dari $dA$ (luas elemen 2D) menjadi $dV$ (volume elemen 3D).
22.2 Definisi Integral Tiga
Biarkan $E \subseteq \mathbb{R}^3$ daerah tertutup terbatas. Partisi $P$ membagi $E$ menjadi $n$ sub-volume $E_1, \ldots, E_n$ dengan volume $\Delta V_1, \ldots, \Delta V_n$. Pilih titik sampel $(x_i^*, y_i^*, z_i^*) \in E_i$.
Jika $f(x,y,z) = 1$, maka $\iiint_E dV = \text{Volume}(E)$.
Jika $f(x,y,z) = \rho(x,y,z)$ (densitas volumetrik), maka $\iiint_E \rho\,dV = \text{Massa}(E)$.
22.3 Integral Tiga atas Kotak (Fubini 3D)
Jika $f$ kontinu pada kotak $B = [a,b] \times [c,d] \times [e,f]$, maka:
Ada $3! = 6$ urutan integrasi yang possible, semuanya memberikan hasil yang sama.
$\iiint_B xyz\,dV$ dengan $B = [0,2] \times [0,1] \times [0,3]$:
Catatan: karena $f = xyz$ = produk fungsi satu variabel, hasilnya = $\left(\int_0^2 x\,dx\right)\!\left(\int_0^1 y\,dy\right)\!\left(\int_0^3 z\,dz\right) = 2 \cdot \frac{1}{2} \cdot \frac{9}{2} = \frac{9}{2}$. ✓
22.4 Integral Tiga atas Daerah Umum
Sebagian besar masalah nyata melibatkan daerah yang bukan kotak. Analog dengan Tipe I/II untuk integral ganda, di sini kita punya konsep "proyeksi dan batas atas-bawah."
$E$ berupa daerah di antara dua permukaan $z = g_1(x,y)$ dan $z = g_2(x,y)$ di atas proyeksi $D$ pada bidang $xy$:
Integral dalam (terhadap $z$) menghasilkan fungsi $(x,y)$, lalu diintegralkan ganda atas $D$ (bisa Tipe I atau Tipe II).
Sama seperti 2D punya Tipe I dan Tipe II, 3D punya enam tipe tergantung sumbu mana yang diintegrasi terlebih dahulu:
- Tipe Z: $z$ pertama, proyeksi ke bidang $xy$: $\int\!\int\!\int f\,dz\,dy\,dx$
- Tipe Y: $y$ pertama, proyeksi ke bidang $xz$: $\int\!\int\!\int f\,dy\,dx\,dz$
- Tipe X: $x$ pertama, proyeksi ke bidang $yz$: $\int\!\int\!\int f\,dx\,dy\,dz$
- Dan tiga lagi dengan urutan kedua/ketiga yang berbeda (total 6 permutasi dari $dx, dy, dz$).
Volume tetrahedron dibatasi oleh bidang $x + y + z = 1$ dan ketiga bidang koordinat.
Batas: $0 \leq x \leq 1$, $0 \leq y \leq 1 - x$, $0 \leq z \leq 1 - x - y$.
Ini sesuai dengan rumus volume tetrahedron $V = \frac{1}{3}\cdot\text{luas alas}\cdot\text{tinggi} = \frac{1}{3}\cdot\frac{1}{2}\cdot 1 = \frac{1}{6}$. ✓
$\iiint_E z\,dV$ dengan $E$ dibatasi $z = 0$, $z = x + y$, dan $x^2 + y^2 = 1$ (silinder).
Proyeksi ke $xy$: lingkaran $x^2 + y^2 \leq 1$. Batas $z$: $0 \leq z \leq x + y$. Gunakan polar: $x + y = r(\cos\theta + \sin\theta)$.
22.5 Pertukaran Urutan Integrasi dalam 3D
Prinsipnya sama dengan 2D: gambar daerah, identifikasi ulang batas dalam urutan baru, tulis ulang integral. Tapi di 3D, ada 6 kemungkinan urutan, dan menggambar volume 3D di atas kertas lebih sulit.
- Tentukan variabel mana yang batasnya konstan (paling mudah diintegrasikan terakhir).
- Tentukan variabel mana yang batasnya paling sederhana (diintegrasikan lebih dulu).
- Gambar proyeksi daerah ke bidang yang sesuai.
- Jika integrand mengandung $e^{x^2}$, $\sin(x^2)$, dll., pastikan variabel tersebut bukan yang diintegrasi terakhir (atau pertukaran urutan mungkin membantu).
Tukar ke urutan $dx\,dy\,dz$: $\int_0^1\!\int_0^{1-x}\!\int_0^{x+y} f\,dz\,dy\,dx$.
Analisis daerah asli: $0 \leq x \leq 1$, $0 \leq y \leq 1-x$, $0 \leq z \leq x+y$. Ini adalah prisma di atas segitiga $x \geq 0$, $y \geq 0$, $x+y \leq 1$ di bidang $xy$, dengan atap $z = x+y$.
Urutan baru $dz$ terluar: $z$ berkisar dari $0$ (bidang $xy$) sampai $1$ (nilai maks $x+y$ pada segitiga). Untuk $z$ tetap, proyeksi ke bidang $xy$: segitiga $x \geq 0$, $y \geq 0$, $x+y \geq z$, $x+y \leq 1$. Ini adalah segitiga cincin: $z \leq x+y \leq 1$.
Verifikasi: di $z = 0$, batas menjadi $\int_0^1\!\int_0^{1-y}\!\int_y^{1-y}f\,dx\,dy\,dz$ yang mencakup segitiga penuh. Di $z = 1$, batas menjadi $\int_1^1\ldots = 0$. Konsisten. ✓
22.6 Koordinat Silinder
Koordinat silinder menggabungkan koordinat polar di bidang $xy$ dengan koordinat $z$ kartesian. Ini ideal untuk masalah dengan simetri terhadap sumbu-$z$ (silinder, kerucut, bola yang dipotong sejajar sumbu).
dengan $r \geq 0$, $0 \leq \theta \leq 2\pi$, $-\infty < z < \infty$.
Jacobian:
Faktor $r$ sama seperti pada koordinat polar 2D — ia muncul dari elemen luas $r\,dr\,d\theta$ di bidang $xy$, dikalikan $dz$ untuk elemen volume.
Urutan $dz\,dr\,d\theta$ adalah yang paling umum, tapi urutan lain juga mungkin.
Volume silinder $x^2 + y^2 \leq a^2$, $0 \leq z \leq h$:
Tidak mengejutkan — ini verifikasi bahwa rumus koordinat silinder menghasilkan rumus volume silinder yang sudah dikenal. ✓
Silinder $x^2 + y^2 \leq 4$, $0 \leq z \leq 3$ dengan $\rho(x,y,z) = z\sqrt{x^2+y^2} = zr$.
22.7 Koordinat Bola
Koordinat bola menggunakan tiga parameter: $\rho$ (jarak dari origin), $\varphi$ (sudut dari sumbu-$z$ positif, disebut sudut azimut atau polar), dan $\theta$ (sudut dari sumbu-$x$ positif di bidang $xy$, sama dengan koordinat polar).
dengan $\rho \geq 0$, $0 \leq \varphi \leq \pi$, $0 \leq \theta \leq 2\pi$.
Jacobian:
Ada dua konvensi umum untuk sudut $\varphi$:
Konvensi matematika (yang kita pakai): $\varphi$ = sudut dari sumbu-$z positif ($\varphi = 0$ di kutub utara, $\varphi = \pi/2$ di ekuator, $\varphi = \pi$ di kutub selatan).
Konvensi fisika: $\varphi$ = sudut dari bidang $xy$ (sama seperti latitude). Dalam konvensi ini, rumus Jacobian sama tapi batas $\varphi$ berbeda. Periksa konvensi buku yang Anda gunakan. Dalam catatan ini, kita konsisten menggunakan konvensi matematika.
- $\rho = \text{konstan}$: sfera berjari-jari $\rho$
- $\varphi = \text{konstan}$: kerucut (setengah sudut puncak = $\varphi$ dari sumbu-$z$). $\varphi = 0$ = kutub utara, $\varphi = \pi/2$ = bidang $xy$, $\varphi = \pi$ = kutub selatan.
- $\theta = \text{konstan}$: setengah bidang yang memuat sumbu-$z$ (seperti irisan jeruk)
Volume sfera $x^2 + y^2 + z^2 \leq R^2$:
Rumus klasik volume sfera muncul secara alami dari integral tiga dalam koordinat bola. ✓
Bola $x^2+y^2+z^2 \leq a^2$ dengan $\rho = k\rho^2$ (densitas sebanding kuadrat jarak dari pusat). Catatan: gunakan simbol $\delta$ untuk densitas agar tidak bentrok dengan $\rho$ koordinat.
Biarkan $\delta = k\rho^2$ (dengan $\rho$ koordinat bola = jarak dari origin):
Volume di antara sfera $\rho = a$ dan $\rho = b$ ($0 < a < b$):
Ini = volume sfera besar dikurangi volume sfera kecil — sesuai harapan. ✓
22.8 Jacobian untuk Koordinat Silinder dan Bola
Bagian 21.8 membahas Jacobian sebagai faktor skala luasan dalam perubahan variabel 2D. Untuk integral tiga, konsep yang sama berlaku tetapi matriks Jacobian berukuran $3 \times 3$, dan determinannya memberikan faktor skala volume.
Untuk transformasi $T: (u,v,w) \mapsto (x,y,z)$:
Faktor skala volume: $dV = |\det J|\,du\,dv\,dw$.
Jacobian Koordinat Silinder
Transformasi: $x = r\cos\theta$, $y = r\sin\theta$, $z = z$.
Kembangkan sepanjang baris ketiga (yang hanya memiliki satu elemen tak-nol, yaitu $1$ di posisi $(3,3)$):
Jadi $dV = r\,dr\,d\theta\,dz$. Hasilnya sama dengan Jacobian 2D polar dikalikan $1$ (dari $\partial z/\partial z$) — masuk akal karena koordinat silinder hanya menambahkan $z$ tanpa mengubah geometri di bidang $xy$. $\quad\blacksquare$
Jacobian Koordinat Bola
Transformasi: $x = \rho\sin\varphi\cos\theta$, $y = \rho\sin\varphi\sin\theta$, $z = \rho\cos\varphi$.
Perhitungan determinan $3 \times 3$ — kembangkan sepanjang baris ketiga (paling sederhana karena elemen terakhir nol):
Minor pertama:
Minor kedua:
Jumlahkan:
Jadi $dV = \rho^2\sin\varphi\,d\rho\,d\varphi\,d\theta$. Faktor $\rho^2$ muncul dari dua sumber: satu dari $\rho$ di setiap minor. Faktor $\sin\varphi$ muncul dari struktur geometri koordinat bola. $\quad\blacksquare$
Ketiga sistem koordinat standar memiliki pola yang bisa diingat:
- Kartesian: $dV = 1 \cdot dx\,dy\,dz$ — tidak ada faktor skala.
- Silinder: $dV = r \cdot dr\,d\theta\,dz$ — satu faktor $r$ dari polar di bidang $xy$.
- Bola: $dV = \rho^2\sin\varphi \cdot d\rho\,d\varphi\,d\theta$ — $\rho^2$ karena dua dari tiga koordinat memasukkan faktor $\rho$ linear; $\sin\varphi$ dari geometri sudut azimut.
Untuk sistem koordinat non-standar (misalnya elipsoidal $x = a\rho\sin\varphi\cos\theta$, dll.), Anda harus menghitung Jacobian dari awal — tidak ada jalan pintas.
Koordinat elipsoidal termodifikasi: $x = a\rho\sin\varphi\cos\theta$, $y = b\rho\sin\varphi\sin\theta$, $z = c\rho\cos\varphi$, dengan $a,b,c$ konstan positif.
Matriks Jacobian — setiap kolom sama dengan koordinat silinder/bola tapi dikalikan konstanta:
Faktorkan $a$, $b$, $c$ dari baris pertama, kedua, ketiga:
Untuk $a=b=c=R$: $dV = R^3 \cdot \rho^2\sin\varphi\,d\rho\,d\varphi\,d\theta$. Ini masuk akal: jika kita menulis $\rho' = R\rho$, maka $d\rho' = R\,d\rho$ dan jari-jari fisik maksimum adalah $\rho'_{\max} = R$, menghasilkan volume $\frac{4}{3}\pi(R)^3$ seperti yang diharapkan. ✓
Jika $T: (u,v,w) \mapsto (x,y,z)$ adalah transformasi satu-ke-satu dan $C^1$ dari $E^*$ ke $E$, dengan $\det J \neq 0$ di interior $E^*$:
22.9 Strategi Memilih Sistem Koordinat
Pilihan sistem koordinat yang tepat bisa mengubah integral yang mustahil menjadi integral yang mudah. Berikut panduan praktis:
| Sistem | Jacobian | Gunakan ketika... | Contoh bentuk |
|---|---|---|---|
| Kartesian | $dV = dx\,dy\,dz$ | Batas-batas berupa bidang sejajar sumbu; tidak ada simetri khusus | Kotak, prisma, tetrahedron |
| Silinder | $dV = r\,dr\,d\theta\,dz$ | Simetri terhadap sumbu-$z$; batas mengandung $x^2+y^2$ | Silinder, kerucut sejajar $z$, paraboloid $z = x^2+y^2$ |
| Bola | $dV = \rho^2\sin\varphi\,d\rho\,d\varphi\,d\theta$ | Simetri bola; batas mengandung $x^2+y^2+z^2$ | Sfera, bola, kerucut dari origin |
Beberapa masalah bisa dikerjakan dalam kedua sistem. Contoh: paraboloid $z = x^2 + y^2$ yang dipotong bidang $z = 4$. Dalam silinder: $0 \leq r \leq 2$, $r^2 \leq z \leq 4$. Dalam bola: batas $\rho$ bergantung pada $\varphi$, lebih rumit. Gunakan silinder ketika satu variabel (biasanya $z$) muncul terpisah dari $x^2+y^2$. Gunakan bola ketika ketiga variabel muncul simetris dalam $x^2+y^2+z^2$.
Volume di atas kerucut $z = \sqrt{x^2+y^2}$ dan di dalam sfera $x^2+y^2+z^2 = 1$.
Kerucut $z = \sqrt{x^2+y^2}$ dalam bola: $\rho\cos\varphi = \rho\sin\varphi \implies \tan\varphi = 1 \implies \varphi = \pi/4$.
Ini jelas masalah bola: $0 \leq \theta \leq 2\pi$, $0 \leq \varphi \leq \pi/4$, $0 \leq \rho \leq 1$.
Dalam koordinat silinder, batas atas $\rho$-bola menjadi $z = \sqrt{1-r^2}$ dan batas bawah $z = r$, menghasilkan $\int_0^{2\pi}\!\int_0^{1/\sqrt{2}}\!\int_r^{\sqrt{1-r^2}} r\,dz\,dr\,d\theta$ — bisa dihitung tapi lebih rumit. Koordinat bola lebih alami. ✓
22.10 Aplikasi: Volume Benda 3D
Volume di bawah $z = 6 - x^2 - y^2$ dan di atas $z = 0$.
Batas silinder: $x^2+y^2 = 6$, yaitu $r = \sqrt{6}$. Koordinat silinder:
Volume bagian sfera $x^2+y^2+z^2 \leq R^2$ yang berada di atas bidang $z = h$ ($0 \leq h \leq R$).
Dalam koordinat bola: $z = h \implies \rho\cos\varphi = h \implies \cos\varphi = h/\rho$. Tapi ini bergantung pada $\rho$ — batas $\varphi$ tidak konstan. Lebih baik gunakan silinder:
Substitusi $u = R^2 - r^2$, $du = -2r\,dr$ untuk suku pertama:
Untuk $h = 0$: $V = \frac{2\pi R^3}{3}$ (hemisper). Untuk $h = R$: $V = 0$. Konsisten. ✓
22.11 Aplikasi: Massa dan Pusat Massa Benda Padat
Densitas volumetrik $\delta(x,y,z)$ (massa per volume). Massa total:
Momen:
Pusat massa:
Momen inersia:
Relasi $I_0 = I_x + I_y + I_z$ hanya berlaku jika $I_0$ didefinisikan sebagai $\iiint(x^2+y^2+z^2)\delta\,dV$ (moment of inertia about the origin as a point, not a standard physical quantity). Dalam mekanika, yang lebih berguna adalah momen inersia terhadap sumbu, yang sudah didefinisikan sebagai $I_x$, $I_y$, $I_z$ di atas. Parallel axis theorem menghubungkan momen inersia terhadap sumbu sejajar.
Hemisper atas $x^2+y^2+z^2 \leq a^2$, $z \geq 0$ dengan densitas konstan $\delta$.
Dari simetri: $\bar{x} = \bar{y} = 0$. Tinggal hitung $\bar{z}$.
Pusat massanya berada di $z = 3a/8$ dari bidang ekuator — lebih dekat ke bidang daripada ke kutub, karena lebih banyak massa di dekat ekuator. ✓
Silinder padat $x^2+y^2 \leq R^2$, $0 \leq z \leq h$, densitas konstan $\delta$. $I_z$ (terhadap sumbu-$z$):
Karena $M = \delta\pi R^2 h$:
Rumus momen inersia silinder terhadap sumbunya yang terkenal. ✓
Bola padat $x^2+y^2+z^2 \leq R^2$, densitas konstan $\delta$. $I_z$:
Gunakan $\sin^3\varphi = \sin\varphi(1-\cos^2\varphi)$ dan substitusi $u = \cos\varphi$:
22.12 Integral Tiga Tak Wajar
$\iiint_{\mathbb{R}^3} e^{-(x^2+y^2+z^2)}\,dV$. Koordinat bola, $R \to \infty$:
Integrasi per bagian untuk $\int_0^{\infty}\rho^2 e^{-\rho^2}\,d\rho$: biarkan $u = \rho$, $dv = \rho e^{-\rho^2}\,d\rho$:
Verifikasi: $\pi^{3/2} = (\sqrt{\pi})^3 = \left(\int_{-\infty}^{\infty}e^{-x^2}\,dx\right)^3$. Konsisten. ✓
Potensial gravitasi di titik $(0,0,a)$ akibat bola seragam jari-jari $R$ dengan massa $M$:
Integrasikan terhadap $\varphi$ terlebih dahulu (substitusi $u = \rho^2+a^2-2a\rho\cos\varphi$):
Untuk $a > R$ (titik di luar sfera): $|\rho+a| = \rho+a$, $|\rho-a| = a-\rho$ (karena $\rho \leq R < a$), sehingga:
Ini adalah teorema shell Newton: bola seragam bertindak seperti partikel titik di pusatnya untuk titik di luar sfera. Hasil ikonik yang dibuktikan melalui integral tiga!
22.13 Ringkasan: Rumus-Rumus Kunci Bab 22
| Kuantitas | Rumus |
|---|---|
| Fubini 3D (kotak) | $\int_a^b\!\int_c^d\!\int_e^f f\,dz\,dy\,dx$ |
| Daerah Tipe Z | $\iint_D\!\int_{g_1}^{g_2} f\,dz\,dA$ |
| Koordinat silinder | $x=r\cos\theta$, $y=r\sin\theta$, $z=z$ |
| Jacobian silinder | $dV = r\,dr\,d\theta\,dz$ |
| Koordinat bola | $x=\rho\sin\varphi\cos\theta$, $y=\rho\sin\varphi\sin\theta$, $z=\rho\cos\varphi$ |
| Jacobian bola | $dV = \rho^2\sin\varphi\,d\rho\,d\varphi\,d\theta$ |
| Massa benda padat | $M = \iiint_E \delta\,dV$ |
| Pusat massa | $\bar{x} = M_{yz}/M$, $\bar{y} = M_{xz}/M$, $\bar{z} = M_{xy}/M$ |
| $I_z$ (sumbu-$z$) | $\iiint_E (x^2+y^2)\,\delta\,dV$ |
| $I_z$ silinder padat | $\frac{1}{2}MR^2$ |
| $I_z$ bola padat | $\frac{2}{5}MR^2$ |
| $\bar{z}$ hemisper | $3a/8$ |
Bab 21–22 mempelajari integral atas daerah datar (2D) dan padat (3D) — selalu berupa integral "di dalam" suatu daerah. Bab 23 mengubah perspektif: alih-alih mengintegralkan di dalam daerah, kita mengintegralkan sepanjang kurva (integral garis). Ini memunculkan dua jenis: integral garis skalar ($\int f\,ds$, untuk massa kawat) dan integral garis vektor ($\int \mathbf{F}\cdot d\mathbf{r}$, untuk kerja gaya). Yang terakhir adalah pintu gerbang menuju Teorema Green, Teorema Stokes, dan Teorema Divergensi — tiga "teorema besar" yang menghubungkan integral di perbatasan dengan integral di interior.
- Hitung $\iiint_E xyz\,dV$ dengan $E$ dibatasi $x=0$, $y=0$, $z=0$, dan $x+y+z=1$.
- Hitung $\iiint_E z\,dV$ dengan $E$ dibatasi oleh silinder $x^2+y^2 = 4$ dan bidang $z=0$, $z=y+3$.
- Tentukan volume daerah $E$ dibatasi paraboloid $z = x^2+y^2$ dan silinder $x^2+y^2 = 2y$. Petunjuk: selesaikan $x^2+y^2=2y$ dalam polar.
- Hitung $\iiint_E (x^2+y^2)\,dV$ dengan $E$ = bola $x^2+y^2+z^2 \leq 4$. Gunakan koordinat bola.
- Hitung $\iiint_E z\,dV$ dengan $E$ dibatasi kerucut $z = \sqrt{x^2+y^2}$ dan sfera $x^2+y^2+z^2 = 2z$. Petunjuk: tulis sfera sebagai $\rho = 2\cos\varphi$ dalam koordinat bola.
- Bola padat $x^2+y^2+z^2 \leq a^2$ memiliki densitas $\delta(x,y,z) = 1 + z^2$. Hitung massanya.
- Hitung $I_x$ (momen inersia terhadap sumbu-$x$) untuk silinder padat $x^2+y^2 \leq R^2$, $0 \leq z \leq h$ dengan densitas konstan. Jawaban akhir harus dalam bentuk $MR^2$ dan $Mh^2$.
- Tunjukkan bahwa volume ellipsoid $\frac{x^2}{a^2}+\frac{y^2}{b^2}+\frac{z^2}{c^2} \leq 1$ adalah $\frac{4}{3}\pi abc$. Petunjuk: substitusi $u=x/a$, $v=y/b$, $w=z/c$, lalu hitung Jacobian.
- Hitung $\iiint_E e^{-x^2-y^2-z^2}\,dV$ dengan $E$ = kuadran pertama oktan $x \geq 0$, $y \geq 0$, $z \geq 0$ dari sfera satuan.
- Tantangan: Sebuah benda padat $E$ dibatasi oleh sfera $x^2+y^2+z^2 = 2az$ (sfera berjari-jari $a$ berpusat di $(0,0,a)$) dan kerucut $z = \sqrt{x^2+y^2}$, dengan $z \geq 0$. Tentukan volume $E$ dan massa jika densitas $\delta = k\rho$ (sebanding jarak dari origin). Petunjuk: ubah sfera ke bentuk $\rho = 2a\cos\varphi$.