Bab 18

Fungsi Vektor dan Kurva di Ruang

Bab 15 memperkenalkan kurva parametrik di bidang; Bab 17 membangun infrastruktur vektor di $\mathbb{R}^3$. Bab ini menyatukan keduanya: fungsi vektor $\mathbf{r}(t)$ memetakan bilangan real ke vektor di $\mathbb{R}^3$, menghasilkan kurva yang melintas ruang tiga dimensi. Kita mengembangkan kalkulus lengkap untuk kurva-kurva ini — turunan sebagai vektor tangen, integral sebagai antiturunan, panjang busur, dan kemudian memperkenalkan konsep-konsep geometris yang jauh lebih kaya dari yang tersedia di $\mathbb{R}^2$: kurvatur, bingkai Frenet-Serret ($\mathbf{T}$, $\mathbf{N}$, $\mathbf{B}$), dan dekomposisi akselerasi menjadi komponen tangensial dan normal. Semua ini adalah fondasi kinematika 3D dan prasyarat untuk integral garis (Bab 23).

r(t) Definisi r'(t) Turunan ∫r dt Integral |ds| Panjang Busur κ Kurvatur TNB Frenet aₜ, aₙ Akselerasi
Gambar 18.1 — Alur Bab 18: dari definisi fungsi vektor hingga dekomposisi akselerasi

18.1 Fungsi Vektor: Definisi dan Contoh

Definisi 18.1 — Fungsi Vektor

Fungsi vektor (dari $\mathbb{R}$ ke $\mathbb{R}^3$) adalah fungsi $\mathbf{r}(t)$ yang memetakan setiap bilangan real $t$ dalam domainnya ke sebuah vektor di $\mathbb{R}^3$:

$$\mathbf{r}(t) = \langle x(t),\; y(t),\; z(t) \rangle = x(t)\,\mathbf{i} + y(t)\,\mathbf{j} + z(t)\,\mathbf{k} $$

di mana $x(t)$, $y(t)$, $z(t)$ adalah fungsi komponen (fungsi skalar dari $t$). Domain $\mathbf{r}$ adalah irisan domain ketiga komponen.

Secara geometris, saat $t$ bervariasi, ujung vektor $\mathbf{r}(t)$ (ketika ekornya di origin) membentuk sebuah kurva di ruang yang disebut lintasan (trajectory) dari $\mathbf{r}$.

Contoh 18.1 — Heliks Sirkuler

Heliks sirkular adalah contoh paling penting dalam bab ini:

$$\mathbf{r}(t) = \langle a\cos t,\; a\sin t,\; bt \rangle, \qquad t \in \mathbb{R} $$

Komponen $x$ dan $y$ membentuk lingkaran berjari-jari $a$ di bidang $xy$, sementara komponen $z$ naik (atau turun, tergantung tanda $b$) secara linear. Hasilnya adalah pegas yang melingkar sepanjang sumbu-$z$. Parameter $b$ mengontrol "ketinggian per putaran" (pitch). ✓

Gambar 18.2 — Heliks sirkular: garis solid menunjukkan bagian depan, garis putus-putus menunjukkan bagian belakang. Parameter $t$ meningkat ke atas.
Contoh 18.2 — Lintasan Proyektil

Tanpa hambatan udara, posisi proyektil dengan kecepatan awal $\mathbf{v}_0 = \langle v_{0x}, v_{0y}, v_{0z} \rangle$ dan percepatan gravitasi $\mathbf{g} = \langle 0, 0, -g \rangle$:

$$\mathbf{r}(t) = \langle v_{0x}\,t,\; v_{0y}\,t,\; v_{0z}\,t - \tfrac{1}{2}g\,t^2 \rangle + \mathbf{r}_0 $$

Lintasan ini adalah parabola yang terletak pada bidang vertikal yang ditentukan oleh $\mathbf{v}_0$ dan $\mathbf{g}$. ✓

Contoh 18.3 — Perpotongan Kurva dengan Bidang

Titik-titik di mana heliks $\mathbf{r}(t) = \langle \cos t, \sin t, t \rangle$ memotong bidang $z = \pi/2$: set $t = \pi/2$, sehingga titiknya adalah $(\cos(\pi/2), \sin(\pi/2), \pi/2) = (0, 1, \pi/2)$. Hanya satu titik (karena $z = t$ adalah fungsi satu-satu). ✓

18.2 Limit dan Keberlanjutan Fungsi Vektor

Definisi 18.2 — Limit Fungsi Vektor

$$\lim_{t \to a}\mathbf{r}(t) = \mathbf{L} = \langle L_1, L_2, L_3 \rangle$$

berarti: untuk setiap $\varepsilon > 0$ ada $\delta > 0$ sehingga $0 < |t-a| < \delta \implies |\mathbf{r}(t) - \mathbf{L}| < \varepsilon$.

Aturan komponen: limit ada jika dan hanya jika ketiga limit komponen ada, dan:

$$\lim_{t \to a}\mathbf{r}(t) = \left\langle \lim_{t \to a}x(t),\; \lim_{t \to a}y(t),\; \lim_{t \to a}z(t) \right\rangle $$
Definisi 18.3 — Keberlanjutan Fungsi Vektor

$\mathbf{r}(t)$ berkelanjutan di $t = a$ jika $\displaystyle\lim_{t \to a}\mathbf{r}(t) = \mathbf{r}(a)$, yaitu jika dan hanya jika ketiga komponennya berkelanjutan di $t = a$.

18.3 Turunan Fungsi Vektor

Definisi 18.4 — Turunan Fungsi Vektor
$$\boxed{\mathbf{r}'(t) = \frac{d\mathbf{r}}{dt} = \lim_{h \to 0}\frac{\mathbf{r}(t+h) - \mathbf{r}(t)}{h}} $$

jika limit ini ada. Secara komponen:

$$\mathbf{r}'(t) = \langle x'(t),\; y'(t),\; z'(t) \rangle $$
Teorema 18.1 — Interpretasi Geometris $\mathbf{r}'(t)$

Jika $\mathbf{r}'(t) \neq \mathbf{0}$, maka $\mathbf{r}'(t)$ adalah vektor tangen terhadap kurva di titik $\mathbf{r}(t)$. Arahnya searah dengan arah penelusuran kurva (nilai $t$ yang meningkat), dan panjangnya $|\mathbf{r}'(t)|$ adalah kecepatan penelusuran.

Mengapa $\mathbf{r}'(t)$ searah dengan tangen?

Vektor $\mathbf{r}(t+h) - \mathbf{r}(t)$ adalah tali busur dari $\mathbf{r}(t)$ ke $\mathbf{r}(t+h)$. Saat $h \to 0$, tali busur ini mendekati garis singgung, dan hasil baginya dengan $h$ hanya mengubah panjang (bukan arah, selama arah tali busur tidak berbalik). Jadi limitnya searah dengan garis singgung. $\quad\blacksquare$

Teorema 18.2 — Aturan Turunan Fungsi Vektor

Semua aturan turunan standar berlaku (dengan peringatan untuk cross product):

  • Konstanta: $\dfrac{d}{dt}[c\,\mathbf{r}(t)] = c\,\mathbf{r}'(t)$
  • Penjumlahan: $\dfrac{d}{dt}[\mathbf{u}(t) + \mathbf{v}(t)] = \mathbf{u}'(t) + \mathbf{v}'(t)$
  • Perkalian skalar: $\dfrac{d}{dt}[f(t)\,\mathbf{r}(t)] = f'(t)\,\mathbf{r}(t) + f(t)\,\mathbf{r}'(t)$
  • Dot product: $\dfrac{d}{dt}[\mathbf{u}(t)\cdot\mathbf{v}(t)] = \mathbf{u}'(t)\cdot\mathbf{v}(t) + \mathbf{u}(t)\cdot\mathbf{v}'(t)$
  • Cross product: $\dfrac{d}{dt}[\mathbf{u}(t)\times\mathbf{v}(t)] = \mathbf{u}'(t)\times\mathbf{v}(t) + \mathbf{u}(t)\times\mathbf{v}'(t)$
  • Rantai: $\dfrac{d}{dt}[\mathbf{r}(g(t))] = \mathbf{r}'(g(t))\,g'(t)$
Peringatan: Urutan Penting dalam Cross Product!

Dalam aturan perkalian (product rule) untuk cross product, urutan faktor harus dipertahankan: $\dfrac{d}{dt}[\mathbf{u}\times\mathbf{v}] = \mathbf{u}'\times\mathbf{v} + \mathbf{u}\times\mathbf{v}'$. Jika Anda menulis $\mathbf{v}'\times\mathbf{u}$ pada suku pertama, itu sama dengan $-(\mathbf{u}'\times\mathbf{v})$ — salah!

Teorema 18.3 — Sifat-Sifat Penting

(a) Jika $|\mathbf{r}(t)|$ = konstan, maka $\mathbf{r}(t) \cdot \mathbf{r}'(t) = 0$ (vektor posisi tegak lurus terhadap vektor kecepatan).

(b) Jika $\mathbf{r}(t)$ selalu sejajar arah tetap, maka $\mathbf{r}(t) \times \mathbf{r}'(t) = \mathbf{0}$.

Bukti (a)

$|\mathbf{r}(t)|^2 = c^2$ → $\mathbf{r}(t)\cdot\mathbf{r}(t) = c^2$. Turunkan: $2\mathbf{r}(t)\cdot\mathbf{r}'(t) = 0$, sehingga $\mathbf{r}(t)\cdot\mathbf{r}'(t) = 0$. $\quad\blacksquare$

Ini menjelaskan mengapa kecepatan selalu tegak lurus terhadap posisi pada gerak melingkar beraturan: jari-jari (posisi relatif terhadap pusat) konstan.

Contoh 18.4 — Turunan Heliks

$\mathbf{r}(t) = \langle \cos t, \sin t, t \rangle$:

$$\mathbf{r}'(t) = \langle -\sin t,\; \cos t,\; 1 \rangle, \qquad \mathbf{r}''(t) = \langle -\cos t,\; -\sin t,\; 0 \rangle $$

Perhatikan: $\mathbf{r}(t)\cdot\mathbf{r}'(t) = -\cos t\sin t + \sin t\cos t + t = t \neq 0$. Benar, karena $|\mathbf{r}(t)| = \sqrt{\cos^2 t + \sin^2 t + t^2} = \sqrt{1+t^2}$ tidak konstan. ✓

18.4 Integral Fungsi Vektor

Definisi 18.5 — Integral Tak Tentu dan Tentu Fungsi Vektor

Integral tak tentu:

$$\int \mathbf{r}(t)\,dt = \left\langle \int x(t)\,dt,\; \int y(t)\,dt,\; \int z(t)\,dt \right\rangle + \mathbf{C} $$

di mana $\mathbf{C} = \langle C_1, C_2, C_3 \rangle$ adalah vektor konstanta integrasi.

Integral tentu:

$$\int_a^b \mathbf{r}(t)\,dt = \left\langle \int_a^b x(t)\,dt,\; \int_a^b y(t)\,dt,\; \int_a^b z(t)\,dt \right\rangle $$
Contoh 18.5 — Menemukan $\mathbf{r}(t)$ dari $\mathbf{r}'(t)$ dan Kondisi Awal

Diberikan $\mathbf{r}'(t) = \langle 2t, 3t^2, -1 \rangle$ dan $\mathbf{r}(0) = \langle 1, 0, 2 \rangle$:

$$\mathbf{r}(t) = \left\langle t^2 + C_1,\; t^3 + C_2,\; -t + C_3 \right\rangle $$

Kondisi awal: $C_1 = 1$, $C_2 = 0$, $C_3 = 2$:

$$\mathbf{r}(t) = \langle t^2 + 1,\; t^3,\; 2 - t \rangle $$

18.5 Panjang Busur Kurva di Ruang

Teorema 18.4 — Panjang Busur

Panjang busur kurva $\mathbf{r}(t) = \langle x(t), y(t), z(t) \rangle$ untuk $t \in [a, b]$ (dengan $\mathbf{r}'(t)$ berkelanjutan):

$$\boxed{L = \int_a^b |\mathbf{r}'(t)|\,dt = \int_a^b \sqrt{\left(\frac{dx}{dt}\right)^{\!2} + \left(\frac{dy}{dt}\right)^{\!2} + \left(\frac{dz}{dt}\right)^{\!2}}\;dt} $$
Definisi 18.6 — Fungsi Panjang Busur

Fungsi panjang busur dari titik awal ($t = a$) ke titik parameter $t$:

$$s(t) = \int_a^t |\mathbf{r}'(u)|\,du $$

dengan $s'(t) = |\mathbf{r}'(t)| = \dfrac{ds}{dt}$. Jika $|\mathbf{r}'(t)| > 0$ untuk semua $t$, maka $s(t)$ fungsi naik tegas dan memiliki invers $t(s)$, memungkinkan reparametrisasi panjang busur.

Contoh 18.6 — Panjang Busur Heliks

$\mathbf{r}(t) = \langle \cos t, \sin t, t \rangle$, $t \in [0, 2\pi]$:

$$|\mathbf{r}'(t)| = \sqrt{\sin^2 t + \cos^2 t + 1} = \sqrt{2} $$
$$L = \int_0^{2\pi}\sqrt{2}\,dt = 2\pi\sqrt{2} $$

Panjang satu putaran penuh heliks selalu $2\pi\sqrt{a^2+b^2}$ untuk $\mathbf{r}(t) = \langle a\cos t, a\sin t, bt \rangle$. ✓

18.6 Vektor Tangen Satuan

Definisi 18.7 — Vektor Tangen Satuan $\mathbf{T}(t)$
$$\boxed{\mathbf{T}(t) = \frac{\mathbf{r}'(t)}{|\mathbf{r}'(t)|}} $$

Vektor ini selalu memiliki panjang 1 dan menunjuk ke arah penelusuran kurva. Dalam parameter panjang busur $s$:

$$\mathbf{T}(s) = \frac{d\mathbf{r}}{ds}, \qquad \left|\frac{d\mathbf{r}}{ds}\right| = 1 $$
Mengapa Parameter Panjang Busur Istimewa?

Dalam parameter $s$, turunan $\dfrac{d\mathbf{r}}{ds}$ sudah otomatis berpanjang 1 (karena $\left|\dfrac{d\mathbf{r}}{ds}\right| = \dfrac{ds}{ds} = 1$). Ini menyederhanakan banyak rumus — khususnya rumus kurvatur menjadi $\kappa = |d\mathbf{T}/ds|$, tanpa faktor koreksi. Namun, menemukan $s(t)$ secara eksplisit sering kali tidak mungkin, sehingga rumus dalam parameter $t$ lebih praktis.

18.7 Kurvatur dan Jari-jari Kelengkungan

Kurvatur mengukur seberapa cepat kurva membengkok — seberapa cepat vektor tangen satuan berputar saat kita bergerak sepanjang kurva.

Definisi 18.8 — Kurvatur $\kappa$

Dalam parameter panjang busur:

$$\kappa = \left|\frac{d\mathbf{T}}{ds}\right| $$

Satuan: 1/panjang (misalnya $\text{m}^{-1}$).

Teorema 18.5 — Rumus Kurvatur dalam Parameter $t$
$$\boxed{\kappa(t) = \frac{|\mathbf{r}'(t) \times \mathbf{r}''(t)|}{|\mathbf{r}'(t)|^3}} $$

Rumus alternatif (untuk kurva bidang $y = f(x)$):

$$\kappa(x) = \frac{|f''(x)|}{\left[1 + (f'(x))^2\right]^{3/2}} $$

Rumus alternatif (untuk kurva parametrik bidang):

$$\kappa = \frac{|x'y'' - y'x''|}{\left[(x')^2 + (y')^2\right]^{3/2}} $$
Derivasi rumus $\kappa$ dalam parameter $t$

Dari aturan rantai: $\dfrac{d\mathbf{T}}{dt} = \dfrac{d\mathbf{T}}{ds}\cdot\dfrac{ds}{dt} = \dfrac{d\mathbf{T}}{ds}\cdot|\mathbf{r}'(t)|$, sehingga:

$$\kappa = \left|\frac{d\mathbf{T}}{ds}\right| = \frac{|d\mathbf{T}/dt|}{|\mathbf{r}'(t)|} $$

Dari $\mathbf{T} = \mathbf{r}'/|\mathbf{r}'|$ dan aturan quotient (diselesaikan melalui cross product):

$$\frac{d\mathbf{T}}{dt} = \frac{\mathbf{r}''|\mathbf{r}'| - \mathbf{r}'\dfrac{d}{dt}|\mathbf{r}'|}{|\mathbf{r}'|^2} $$

Setelah manipulasi aljabar vektor (menggunakan sifat cross product dan triple product), diperoleh $|d\mathbf{T}/dt| = |\mathbf{r}'\times\mathbf{r}''|/|\mathbf{r}'|^2$. Substitusi:

$$\kappa = \frac{|\mathbf{r}'\times\mathbf{r}''|/|\mathbf{r}'|^2}{|\mathbf{r}'|} = \frac{|\mathbf{r}'\times\mathbf{r}''|}{|\mathbf{r}'|^3} \quad \blacksquare $$
Definisi 18.9 — Jari-jari Kelengkungan
$$\rho = \frac{1}{\kappa} $$

Lingkaran oskulasi (osculating circle) di titik $P$ pada kurva adalah lingkaran berjari-jari $\rho$ yang paling "rapat" menyentuh kurva di $P$ — memiliki tangen, kurvatur, dan turunan kurvatur yang sama.

Contoh 18.7 — Kurvatur Heliks

$\mathbf{r}(t) = \langle a\cos t, a\sin t, bt \rangle$:

$$\mathbf{r}'(t) = \langle -a\sin t,\; a\cos t,\; b \rangle, \qquad \mathbf{r}''(t) = \langle -a\cos t,\; -a\sin t,\; 0 \rangle $$
$$\mathbf{r}'(t)\times\mathbf{r}''(t) = \begin{vmatrix} \mathbf{i} & \mathbf{j} & \mathbf{k} \\ -a\sin t & a\cos t & b \\ -a\cos t & -a\sin t & 0 \end{vmatrix} = \langle ab\sin t,\; -ab\cos t,\; a^2 \rangle $$
$$|\mathbf{r}'\times\mathbf{r}''| = \sqrt{a^2b^2\sin^2 t + a^2b^2\cos^2 t + a^4} = a\sqrt{a^2+b^2} $$
$$|\mathbf{r}'(t)| = \sqrt{a^2 + b^2} $$
$$\kappa = \frac{a\sqrt{a^2+b^2}}{(a^2+b^2)^{3/2}} = \frac{a}{a^2+b^2} $$

Kurvatur heliks konstan — sama di setiap titik! Ini analog dengan lingkaran (yang juga memiliki kurvatur konstan), dan menjelaskan mengapa heliks terasa "seragam." Jika $b = 0$ (lingkaran), $\kappa = 1/a$, sesuai yang diharapkan. ✓

Contoh 18.8 — Kurvatur Parabola $y = x^2$ di Origin

$f(x) = x^2$, $f'(0) = 0$, $f''(0) = 2$:

$$\kappa(0) = \frac{|2|}{(1+0)^{3/2}} = 2 $$

Jari-jari kelengkungan: $\rho = 1/2$. Lingkaran oskulasi di origin memiliki jari-jari $0.5$ dan pusat di $(0, 0.5)$. ✓

18.8 Vektor Normal Utama dan Vektor Binormal

Definisi 18.10 — Vektor Normal Utama $\mathbf{N}(t)$
$$\boxed{\mathbf{N}(t) = \frac{1}{\kappa}\,\frac{d\mathbf{T}}{ds} = \frac{\mathbf{T}'(t)}{|\mathbf{T}'(t)|}} $$

(Rumus kedua berguna saat menghitung dalam parameter $t$.) $\mathbf{N}(t)$ menunjuk ke arah di mana kurva membengkok — yaitu, ke arah pusat lingkaran oskulasi.

Definisi 18.11 — Vektor Binormal $\mathbf{B}(t)$
$$\boxed{\mathbf{B}(t) = \mathbf{T}(t) \times \mathbf{N}(t)} $$
Properti TNB

$\{\mathbf{T}, \mathbf{N}, \mathbf{B}\}$ membentuk basis ortonormal tangan kanan yang bergerak sepanjang kurva: setiap vektor berpanjang 1, saling tegak lurus, dan $\mathbf{T}\times\mathbf{N}=\mathbf{B}$. Ketiganya menentukan bidang oskulasi (bidang yang dibentuk $\mathbf{T}$ dan $\mathbf{N}$), bidang normal ($\mathbf{N}$ dan $\mathbf{B}$), dan bidang rektifikan ($\mathbf{T}$ dan $\mathbf{B}$).

T N B (keluar layar) bidang oskulasi oskulasi P Bingkai TNB di titik P : T searah tangen, N ke pusat kelengkungan, B = T × N
Gambar 18.4 — Bingkai Frenet-Serret $\{\mathbf{T}, \mathbf{N}, \mathbf{B}\}$ dan bidang oskulasi (berbayang tipis). Lingkaran oskulasi (putus-putus ungu) terletak di bidang oskulasi.
Contoh 18.9 — TNB untuk Heliks

$\mathbf{r}(t) = \langle \cos t, \sin t, t \rangle$ ($a = 1$, $b = 1$):

Tangen satuan:

$$\mathbf{T}(t) = \frac{1}{\sqrt{2}}\langle -\sin t,\; \cos t,\; 1 \rangle $$

Normal utama:

$$\mathbf{T}'(t) = \frac{1}{\sqrt{2}}\langle -\cos t,\; -\sin t,\; 0 \rangle, \quad |\mathbf{T}'(t)| = \frac{1}{\sqrt{2}} $$
$$\mathbf{N}(t) = \langle -\cos t,\; -\sin t,\; 0 \rangle $$

Binormal:

$$\mathbf{B}(t) = \mathbf{T}\times\mathbf{N} = \frac{1}{\sqrt{2}}\begin{vmatrix} \mathbf{i} & \mathbf{j} & \mathbf{k} \\ -\sin t & \cos t & 1 \\ -\cos t & -\sin t & 0 \end{vmatrix} = \frac{1}{\sqrt{2}}\langle \sin t,\; -\cos t,\; 1 \rangle $$

Perhatikan: $\mathbf{N}$ selalu mengarah ke sumbu-$z$ (pusat lingkaran proyeksi $xy$), dan semua tiga vektor berotasi seragam seiring $t$. ✓

18.9 Rumus Frenet-Serret

Teorema 18.6 — Rumus Frenet-Serret

Turunan basis TNB terhadap panjang busur $s$:

$$\boxed{\frac{d\mathbf{T}}{ds} = \kappa\,\mathbf{N}, \qquad \frac{d\mathbf{N}}{ds} = -\kappa\,\mathbf{T} + \tau\,\mathbf{B}, \qquad \frac{d\mathbf{B}}{ds} = -\tau\,\mathbf{N}} $$

di mana $\kappa$ adalah kurvatur dan $\tau$ adalah tonjolan (torsion).

Definisi 18.12 — Tonjolan (Torsion) $\tau$

Tonjolan mengukur seberapa cepat kurva meninggalkan bidang oskulasi — seberapa "twisted" kurva tersebut.

$$\tau = -\mathbf{N}\cdot\frac{d\mathbf{B}}{ds} = \frac{(\mathbf{r}'\times\mathbf{r}'')\cdot\mathbf{r}'''}{|\mathbf{r}'\times\mathbf{r}''|^2} $$

Interpretasi:

  • $\tau = 0$: kurva planar (terletak pada satu bidang)
  • $\tau > 0$: kurva "memilin" ke satu arah
  • $\tau < 0$: kurva "memilin" ke arah berlawanan
Kurvatur vs. Tonjolan

Kurvatur $\kappa$ menjawab: "Seberapa cepat kurva membengkok di dalam bidang oskulasi?" (Perubahan arah $\mathbf{T}$ di dalam bidang oskulasi.) Tonjolan $\tau$ menjawab: "Seberapa cepat bidang oskulasi itu sendiri berputar?" (Perubahan arah $\mathbf{B}$, yang normal terhadap bidang oskulasi.) Bersama-sama, $\kappa$ dan $\tau$ secara lengkap menggambarkan geometri lokal kurva — ini adalah "sidik jari" kurva.

Contoh 18.10 — Tonjolan Heliks

Dari Contoh 18.9, $\mathbf{B}(t) = \frac{1}{\sqrt{2}}\langle \sin t, -\cos t, 1 \rangle$:

$$\frac{d\mathbf{B}}{dt} = \frac{1}{\sqrt{2}}\langle \cos t,\; \sin t,\; 0 \rangle = -\mathbf{N}(t)\cdot\frac{1}{\sqrt{2}} $$

Karena $\dfrac{ds}{dt} = \sqrt{2}$:

$$\frac{d\mathbf{B}}{ds} = \frac{d\mathbf{B}/dt}{ds/dt} = \frac{-\mathbf{N}/\sqrt{2}}{\sqrt{2}} = -\frac{1}{2}\,\mathbf{N} $$

Jadi $\tau = \dfrac{1}{2}$ (konstan positif). Heliks memiliki kurvatur dan tonjolan yang keduanya konstan — sifat unik yang menjelaskan keharmonisan geometrisnya. ✓

Contoh 18.11 — Tonjolan Kurva Planar

Untuk setiap kurva bidang, $\mathbf{B}$ konstan (tegak lurus terhadap bidang kurva), sehingga $d\mathbf{B}/ds = \mathbf{0}$ dan $\tau = 0$. Contoh: lingkaran, parabola, elips — semuanya memiliki tonjolan nol. ✓

18.10 Komponen Akselerasi: Tangensial dan Normal

Dalam kinematika, $\mathbf{v}(t) = \mathbf{r}'(t)$ adalah kecepatan dan $\mathbf{a}(t) = \mathbf{r}''(t)$ adalah percepatan. Akselerasi dapat didekomposisi menjadi dua komponen yang secara fisik sangat berbeda.

Teorema 18.7 — Dekomposisi Akselerasi
$$\boxed{\mathbf{a} = a_T\,\mathbf{T} + a_N\,\mathbf{N}} $$

di mana:

$$a_T = \frac{d}{dt}|\mathbf{v}| = \frac{\mathbf{v}\cdot\mathbf{a}}{|\mathbf{v}|}, \qquad a_N = \kappa\,|\mathbf{v}|^2 = \frac{|\mathbf{v}\times\mathbf{a}|}{|\mathbf{v}|} $$
Derivasi

Dari $\mathbf{v} = |\mathbf{v}|\,\mathbf{T}$, turunkan:

$$\mathbf{a} = \frac{d}{dt}(|\mathbf{v}|\,\mathbf{T}) = \frac{d|\mathbf{v}|}{dt}\,\mathbf{T} + |\mathbf{v}|\,\frac{d\mathbf{T}}{dt} $$

Komponen pertama sudah $a_T\,\mathbf{T}$. Untuk komponen kedua, gunakan $d\mathbf{T}/dt = (d\mathbf{T}/ds)(ds/dt) = \kappa\mathbf{N}\cdot|\mathbf{v}|$:

$$|\mathbf{v}|\,\frac{d\mathbf{T}}{dt} = |\mathbf{v}|\cdot\kappa\mathbf{N}\cdot|\mathbf{v}| = \kappa|\mathbf{v}|^2\,\mathbf{N} = a_N\,\mathbf{N} \quad \blacksquare $$
P v a aTT aNN (searah T) aT mengubah besaran kecepatan; aN mengubah arah kecepatan (membengkokkan lintasan)
Gambar 18.5 — Dekomposisi akselerasi: aTT + aNN. Komponen tangensial mengubah kecepatan linier, komponen normal mengubah arah.
Interpretasi Fisik

$a_T$ adalah "pedal gas/rem": positif saat partikel mempercepat (menambah kecepatan), negatif saat memperlambat, nol saat kecepatan konstan (gerak uniform). $a_N$ adalah "setir": selalu non-negatif, nol pada garis lurus, besar pada tikungan tajam. Gaya sentripetal $F_N = m\,a_N = m\kappa v^2$ adalah gaya yang diperlukan untuk membuat partikel berbelok.

Contoh 18.12 — Dekomposisi Akselerasi Heliks

$\mathbf{r}(t) = \langle \cos t, \sin t, t \rangle$:

$$\mathbf{v} = \langle -\sin t,\; \cos t,\; 1 \rangle, \quad |\mathbf{v}| = \sqrt{2}, \quad \mathbf{a} = \langle -\cos t,\; -\sin t,\; 0 \rangle $$

Komponen tangensial:

$$a_T = \frac{\mathbf{v}\cdot\mathbf{a}}{|\mathbf{v}|} = \frac{\sin t\cos t - \sin t\cos t + 0}{\sqrt{2}} = 0 $$

Komponen normal:

$$a_N = \frac{|\mathbf{v}\times\mathbf{a}|}{|\mathbf{v}|} = \frac{\sqrt{2}}{\sqrt{2}} = 1 $$

Seluruh akselerasi bersifat normal ($\mathbf{a} = 0\cdot\mathbf{T} + 1\cdot\mathbf{N} = \mathbf{N}$). Kecepatan besarnya konstan ($\sqrt{2}$), akselerasi hanya mengubah arah. Ini sama dengan gerak melingkar beraturan dalam mekanika — heliks adalah "gerak melingkar beraturan yang naik." ✓

Contoh 18.13 — Proyektil: Komponen Akselerasi

$\mathbf{r}(t) = \langle v_0 t,\; 0,\; v_0 t - \frac{1}{2}g t^2 \rangle$ (dilempar miring di bidang $xz$):

$$\mathbf{v} = \langle v_0,\; 0,\; v_0 - gt \rangle, \quad \mathbf{a} = \langle 0,\; 0,\; -g \rangle $$
$$a_T = \frac{\mathbf{v}\cdot\mathbf{a}}{|\mathbf{v}|} = \frac{-g(v_0 - gt)}{\sqrt{v_0^2 + (v_0-gt)^2}} $$
$$a_N = \frac{|\mathbf{v}\times\mathbf{a}|}{|\mathbf{v}|} = \frac{|gv_0|}{\sqrt{v_0^2 + (v_0-gt)^2}} $$

Di puncak lintasan ($v_0 - gt = 0$): $a_T = 0$ (kecepatan minimum, sesaat tidak berubah), $a_N = g$ (seluruh gravitasi mengubah arah). Di titik lempar ($t=0$): $a_T = -gv_0/(v_0\sqrt{2}) = -g/\sqrt{2}$, $a_N = g/\sqrt{2}$. ✓

18.11 Aplikasi: Gerak Partikel di Ruang

Teorema 18.8 — Hukum Newton dalam Bentuk Vektor
$$\mathbf{F} = m\,\mathbf{a} = m\,\frac{d^2\mathbf{r}}{dt^2} $$

Diketahui $\mathbf{F}$, integrasikan dua kali untuk mendapatkan $\mathbf{r}(t)$, menggunakan kondisi awal $\mathbf{r}(0)$ dan $\mathbf{v}(0)$ untuk menentukan konstanta integrasi.

Contoh 18.14 — Gerak di Bawah Gaya Konstan

Partikel bermassa $m$ dengan $\mathbf{F} = \langle 0, 0, -mg \rangle$, posisi awal $\mathbf{r}_0 = \langle 0, 0, h \rangle$, kecepatan awal $\mathbf{v}_0 = \langle v_{0x}, v_{0y}, v_{0z} \rangle$:

$$\mathbf{a} = \langle 0,\, 0,\, -g \rangle \implies \mathbf{v}(t) = \langle v_{0x},\, v_{0y},\, v_{0z} - gt \rangle $$
$$\mathbf{r}(t) = \langle v_{0x}\,t,\; v_{0y}\,t,\; h + v_{0z}\,t - \tfrac{1}{2}g\,t^2 \rangle $$

Lintasan selalu parabola (atau garis lurus jika $v_{0x} = v_{0y} = 0$), terletak pada bidang vertikal yang ditentukan oleh $\mathbf{v}_0$ dan $\mathbf{g}$. ✓

Contoh 18.15 — Gerak Melingkar Beraturan

Partikel bergerak pada lingkaran berjari-jari $R$ di bidang $xy$ dengan kecepatan sudut $\omega$:

$$\mathbf{r}(t) = \langle R\cos\omega t,\; R\sin\omega t,\; 0 \rangle $$
$$\mathbf{v}(t) = \langle -R\omega\sin\omega t,\; R\omega\cos\omega t,\; 0 \rangle, \quad |\mathbf{v}| = R\omega $$
$$\mathbf{a}(t) = \langle -R\omega^2\cos\omega t,\; -R\omega^2\sin\omega t,\; 0 \rangle = -\omega^2\,\mathbf{r}(t) $$

Akselerasi selalu mengarah ke pusat (akselerasi sentripetal), dengan $|\mathbf{a}| = R\omega^2 = v^2/R$. Verifikasi: $\kappa = 1/R$, $a_N = \kappa v^2 = (1/R)(R\omega)^2 = R\omega^2$ ✓, $a_T = 0$ ✓ (kecepatan konstan). ✓

18.12 Ringkasan: Rumus-Rumus Kunci Bab 18

KuantitasRumus (parameter $t$)
Turunan$\mathbf{r}'(t) = \langle x'(t), y'(t), z'(t) \rangle$
Vektor tangen satuan$\mathbf{T} = \dfrac{\mathbf{r}'}{|\mathbf{r}'|}$
Panjang busur$L = \displaystyle\int_a^b |\mathbf{r}'(t)|\,dt$
Fungsi panjang busur$s(t) = \displaystyle\int_a^t |\mathbf{r}'(u)|\,du$
Kurvatur$\kappa = \dfrac{|\mathbf{r}'\times\mathbf{r}''|}{|\mathbf{r}'|^3}$
Jari-jari kelengkungan$\rho = 1/\kappa$
Normal utama$\mathbf{N} = \dfrac{\mathbf{T}'}{|\mathbf{T}'|}$
Binormal$\mathbf{B} = \mathbf{T}\times\mathbf{N}$
Tonjolan$\tau = \dfrac{(\mathbf{r}'\times\mathbf{r}'')\cdot\mathbf{r}'''}{|\mathbf{r}'\times\mathbf{r}''|^2}$
Komponen $a_T$$a_T = \dfrac{\mathbf{v}\cdot\mathbf{a}}{|\mathbf{v}|} = \dfrac{d}{dt}|\mathbf{v}|$
Komponen $a_N$$a_N = \dfrac{|\mathbf{v}\times\mathbf{a}|}{|\mathbf{v}|} = \kappa\,|\mathbf{v}|^2$
Dekomposisi$\mathbf{a} = a_T\,\mathbf{T} + a_N\,\mathbf{N}$
Dari Kurva 3D ke Integral Garis

Semua konsep dalam bab ini — fungsi vektor, panjang busur, vektor tangen, dan kurvatur — akan menjadi fondasi bagi integral garis (Bab 23). Di sana, kita akan mengintegrasikan fungsi (skalar atau vektor) sepanjang kurva $\mathbf{r}(t)$, dan elemen $ds = |\mathbf{r}'(t)|\,dt$ yang diperkenalkan di sini akan muncul secara natural. Bingkai TNB juga muncul dalam Teorema Stokes (Bab 24), di mana rotasi medan vektor dihubungkan dengan sirkulasi di sepanjang tepi permukaan.

Pertanyaan & Latihan Evaluasi Bab 18
  1. Gambarkan lintasan $\mathbf{r}(t) = \langle t^2, t^4, t^6 \rangle$ untuk $t \geq 0$. Tunjukkan bahwa lintasan ini terletak pada permukaan $z = x^3$ (atau permukaan lain yang sesuai). Berikan persamaan kartesian lengkap dari kurva ini.
  2. Hitung $\mathbf{r}'(t)$ dan $\mathbf{r}''(t)$ untuk $\mathbf{r}(t) = \langle t\,e^t,\; t^2+1,\; \ln(1+t) \rangle$. Tentukan titik-titik di mana $\mathbf{r}'(t)$ tegak lurus terhadap $\mathbf{r}''(t)$.
  3. Hitung panjang busur kurva $\mathbf{r}(t) = \langle e^t\cos t,\; e^t\sin t,\; e^t \rangle$ dari $t=0$ hingga $t=1$. Petunjuk: sederhanakan $|\mathbf{r}'(t)|$ terlebih dahulu.
  4. Hitung kurvatur kurva $\mathbf{r}(t) = \langle t,\; t^2,\; t^3 \rangle$ di $t = 0$ dan $t = 1$. Di titik mana kurva lebih "bengkok"?
  5. Hitung kurvatur parabola $y = ax^2 + bx + c$ sebagai fungsi $x$, dan tunjukkan bahwa kurvatur maksimum terjadi di puncak parabola.
  6. Tentukan basis TNB untuk kurva $\mathbf{r}(t) = \langle \cosh t,\; \sinh t,\; t \rangle$ di $t = 0$. Hitung juga $\kappa$ dan $\tau$ di titik ini.
  7. Tunjukkan bahwa untuk setiap kurva dengan $\tau = 0$ di semua titik, kurva tersebut terletak pada sebuah bidang. Petunjuk: jika $\mathbf{B}$ konstan, maka $\mathbf{r}'\cdot\mathbf{B} = 0$, yang berarti $\mathbf{r}(t)$ selalu pada bidang yang tegak lurus $\mathbf{B}$.
  8. Partikel bergerak dengan $\mathbf{r}(t) = \langle 2\cos 3t,\; 2\sin 3t,\; 4t \rangle$. Hitung $a_T$ dan $a_N$. Berapa kecepatan linear? Berapa kurvatur? Verifikasi bahwa $a_N = \kappa v^2$.
  9. Sebuah partikel dilempar dari titik $(0, 0, 10)$ dengan kecepatan awal $\mathbf{v}_0 = \langle 3, 4, 8 \rangle$ m/s di bawah gravitasi $g = 9.8$ m/s². (a) Tentukan $\mathbf{r}(t)$. (b) Kapan dan di mana partikel menyentuh bidang $z = 0$? (c) Hitung kecepatan saat tumbukan.
  10. Tunjukkan bahwa rumus kurvatur dalam parameter $t$ mengurangi menjadi rumus kurvatur untuk kurva bidang $y = f(x)$ dengan substitusi $\mathbf{r}(t) = \langle t, f(t), 0 \rangle$.
Jembatan ke Bab 19–20

Bab 18 membahas satu variabel independen ($t$) yang menghasilkan vektor di $\mathbb{R}^3$. Bab 19 membalik situasi: banyak variabel independen ($x, y$ atau $x, y, z$) yang menghasilkan satu nilai (skalar) $f(x,y)$ atau $f(x,y,z)$. Ini adalah fungsi multivariabel — objek sentral Kalkulus III. Turunan parsial (Bab 19) menggantikan turunan biasa, gradien menggantikan turunan sebagai vektor, dan bidang tangen (Bab 20) menggantikan garis singgung sebagai aproksimasi linear lokal.