Fungsi Vektor dan Kurva di Ruang
Bab 15 memperkenalkan kurva parametrik di bidang; Bab 17 membangun infrastruktur vektor di $\mathbb{R}^3$. Bab ini menyatukan keduanya: fungsi vektor $\mathbf{r}(t)$ memetakan bilangan real ke vektor di $\mathbb{R}^3$, menghasilkan kurva yang melintas ruang tiga dimensi. Kita mengembangkan kalkulus lengkap untuk kurva-kurva ini — turunan sebagai vektor tangen, integral sebagai antiturunan, panjang busur, dan kemudian memperkenalkan konsep-konsep geometris yang jauh lebih kaya dari yang tersedia di $\mathbb{R}^2$: kurvatur, bingkai Frenet-Serret ($\mathbf{T}$, $\mathbf{N}$, $\mathbf{B}$), dan dekomposisi akselerasi menjadi komponen tangensial dan normal. Semua ini adalah fondasi kinematika 3D dan prasyarat untuk integral garis (Bab 23).
18.1 Fungsi Vektor: Definisi dan Contoh
Fungsi vektor (dari $\mathbb{R}$ ke $\mathbb{R}^3$) adalah fungsi $\mathbf{r}(t)$ yang memetakan setiap bilangan real $t$ dalam domainnya ke sebuah vektor di $\mathbb{R}^3$:
di mana $x(t)$, $y(t)$, $z(t)$ adalah fungsi komponen (fungsi skalar dari $t$). Domain $\mathbf{r}$ adalah irisan domain ketiga komponen.
Secara geometris, saat $t$ bervariasi, ujung vektor $\mathbf{r}(t)$ (ketika ekornya di origin) membentuk sebuah kurva di ruang yang disebut lintasan (trajectory) dari $\mathbf{r}$.
Heliks sirkular adalah contoh paling penting dalam bab ini:
Komponen $x$ dan $y$ membentuk lingkaran berjari-jari $a$ di bidang $xy$, sementara komponen $z$ naik (atau turun, tergantung tanda $b$) secara linear. Hasilnya adalah pegas yang melingkar sepanjang sumbu-$z$. Parameter $b$ mengontrol "ketinggian per putaran" (pitch). ✓
Tanpa hambatan udara, posisi proyektil dengan kecepatan awal $\mathbf{v}_0 = \langle v_{0x}, v_{0y}, v_{0z} \rangle$ dan percepatan gravitasi $\mathbf{g} = \langle 0, 0, -g \rangle$:
Lintasan ini adalah parabola yang terletak pada bidang vertikal yang ditentukan oleh $\mathbf{v}_0$ dan $\mathbf{g}$. ✓
Titik-titik di mana heliks $\mathbf{r}(t) = \langle \cos t, \sin t, t \rangle$ memotong bidang $z = \pi/2$: set $t = \pi/2$, sehingga titiknya adalah $(\cos(\pi/2), \sin(\pi/2), \pi/2) = (0, 1, \pi/2)$. Hanya satu titik (karena $z = t$ adalah fungsi satu-satu). ✓
18.2 Limit dan Keberlanjutan Fungsi Vektor
$$\lim_{t \to a}\mathbf{r}(t) = \mathbf{L} = \langle L_1, L_2, L_3 \rangle$$
berarti: untuk setiap $\varepsilon > 0$ ada $\delta > 0$ sehingga $0 < |t-a| < \delta \implies |\mathbf{r}(t) - \mathbf{L}| < \varepsilon$.
Aturan komponen: limit ada jika dan hanya jika ketiga limit komponen ada, dan:
$\mathbf{r}(t)$ berkelanjutan di $t = a$ jika $\displaystyle\lim_{t \to a}\mathbf{r}(t) = \mathbf{r}(a)$, yaitu jika dan hanya jika ketiga komponennya berkelanjutan di $t = a$.
18.3 Turunan Fungsi Vektor
jika limit ini ada. Secara komponen:
Jika $\mathbf{r}'(t) \neq \mathbf{0}$, maka $\mathbf{r}'(t)$ adalah vektor tangen terhadap kurva di titik $\mathbf{r}(t)$. Arahnya searah dengan arah penelusuran kurva (nilai $t$ yang meningkat), dan panjangnya $|\mathbf{r}'(t)|$ adalah kecepatan penelusuran.
Vektor $\mathbf{r}(t+h) - \mathbf{r}(t)$ adalah tali busur dari $\mathbf{r}(t)$ ke $\mathbf{r}(t+h)$. Saat $h \to 0$, tali busur ini mendekati garis singgung, dan hasil baginya dengan $h$ hanya mengubah panjang (bukan arah, selama arah tali busur tidak berbalik). Jadi limitnya searah dengan garis singgung. $\quad\blacksquare$
Semua aturan turunan standar berlaku (dengan peringatan untuk cross product):
- Konstanta: $\dfrac{d}{dt}[c\,\mathbf{r}(t)] = c\,\mathbf{r}'(t)$
- Penjumlahan: $\dfrac{d}{dt}[\mathbf{u}(t) + \mathbf{v}(t)] = \mathbf{u}'(t) + \mathbf{v}'(t)$
- Perkalian skalar: $\dfrac{d}{dt}[f(t)\,\mathbf{r}(t)] = f'(t)\,\mathbf{r}(t) + f(t)\,\mathbf{r}'(t)$
- Dot product: $\dfrac{d}{dt}[\mathbf{u}(t)\cdot\mathbf{v}(t)] = \mathbf{u}'(t)\cdot\mathbf{v}(t) + \mathbf{u}(t)\cdot\mathbf{v}'(t)$
- Cross product: $\dfrac{d}{dt}[\mathbf{u}(t)\times\mathbf{v}(t)] = \mathbf{u}'(t)\times\mathbf{v}(t) + \mathbf{u}(t)\times\mathbf{v}'(t)$
- Rantai: $\dfrac{d}{dt}[\mathbf{r}(g(t))] = \mathbf{r}'(g(t))\,g'(t)$
Dalam aturan perkalian (product rule) untuk cross product, urutan faktor harus dipertahankan: $\dfrac{d}{dt}[\mathbf{u}\times\mathbf{v}] = \mathbf{u}'\times\mathbf{v} + \mathbf{u}\times\mathbf{v}'$. Jika Anda menulis $\mathbf{v}'\times\mathbf{u}$ pada suku pertama, itu sama dengan $-(\mathbf{u}'\times\mathbf{v})$ — salah!
(a) Jika $|\mathbf{r}(t)|$ = konstan, maka $\mathbf{r}(t) \cdot \mathbf{r}'(t) = 0$ (vektor posisi tegak lurus terhadap vektor kecepatan).
(b) Jika $\mathbf{r}(t)$ selalu sejajar arah tetap, maka $\mathbf{r}(t) \times \mathbf{r}'(t) = \mathbf{0}$.
$|\mathbf{r}(t)|^2 = c^2$ → $\mathbf{r}(t)\cdot\mathbf{r}(t) = c^2$. Turunkan: $2\mathbf{r}(t)\cdot\mathbf{r}'(t) = 0$, sehingga $\mathbf{r}(t)\cdot\mathbf{r}'(t) = 0$. $\quad\blacksquare$
Ini menjelaskan mengapa kecepatan selalu tegak lurus terhadap posisi pada gerak melingkar beraturan: jari-jari (posisi relatif terhadap pusat) konstan.
$\mathbf{r}(t) = \langle \cos t, \sin t, t \rangle$:
Perhatikan: $\mathbf{r}(t)\cdot\mathbf{r}'(t) = -\cos t\sin t + \sin t\cos t + t = t \neq 0$. Benar, karena $|\mathbf{r}(t)| = \sqrt{\cos^2 t + \sin^2 t + t^2} = \sqrt{1+t^2}$ tidak konstan. ✓
18.4 Integral Fungsi Vektor
Integral tak tentu:
di mana $\mathbf{C} = \langle C_1, C_2, C_3 \rangle$ adalah vektor konstanta integrasi.
Integral tentu:
Diberikan $\mathbf{r}'(t) = \langle 2t, 3t^2, -1 \rangle$ dan $\mathbf{r}(0) = \langle 1, 0, 2 \rangle$:
Kondisi awal: $C_1 = 1$, $C_2 = 0$, $C_3 = 2$:
✓
18.5 Panjang Busur Kurva di Ruang
Panjang busur kurva $\mathbf{r}(t) = \langle x(t), y(t), z(t) \rangle$ untuk $t \in [a, b]$ (dengan $\mathbf{r}'(t)$ berkelanjutan):
Fungsi panjang busur dari titik awal ($t = a$) ke titik parameter $t$:
dengan $s'(t) = |\mathbf{r}'(t)| = \dfrac{ds}{dt}$. Jika $|\mathbf{r}'(t)| > 0$ untuk semua $t$, maka $s(t)$ fungsi naik tegas dan memiliki invers $t(s)$, memungkinkan reparametrisasi panjang busur.
$\mathbf{r}(t) = \langle \cos t, \sin t, t \rangle$, $t \in [0, 2\pi]$:
Panjang satu putaran penuh heliks selalu $2\pi\sqrt{a^2+b^2}$ untuk $\mathbf{r}(t) = \langle a\cos t, a\sin t, bt \rangle$. ✓
18.6 Vektor Tangen Satuan
Vektor ini selalu memiliki panjang 1 dan menunjuk ke arah penelusuran kurva. Dalam parameter panjang busur $s$:
Dalam parameter $s$, turunan $\dfrac{d\mathbf{r}}{ds}$ sudah otomatis berpanjang 1 (karena $\left|\dfrac{d\mathbf{r}}{ds}\right| = \dfrac{ds}{ds} = 1$). Ini menyederhanakan banyak rumus — khususnya rumus kurvatur menjadi $\kappa = |d\mathbf{T}/ds|$, tanpa faktor koreksi. Namun, menemukan $s(t)$ secara eksplisit sering kali tidak mungkin, sehingga rumus dalam parameter $t$ lebih praktis.
18.7 Kurvatur dan Jari-jari Kelengkungan
Kurvatur mengukur seberapa cepat kurva membengkok — seberapa cepat vektor tangen satuan berputar saat kita bergerak sepanjang kurva.
Dalam parameter panjang busur:
Satuan: 1/panjang (misalnya $\text{m}^{-1}$).
Rumus alternatif (untuk kurva bidang $y = f(x)$):
Rumus alternatif (untuk kurva parametrik bidang):
Dari aturan rantai: $\dfrac{d\mathbf{T}}{dt} = \dfrac{d\mathbf{T}}{ds}\cdot\dfrac{ds}{dt} = \dfrac{d\mathbf{T}}{ds}\cdot|\mathbf{r}'(t)|$, sehingga:
Dari $\mathbf{T} = \mathbf{r}'/|\mathbf{r}'|$ dan aturan quotient (diselesaikan melalui cross product):
Setelah manipulasi aljabar vektor (menggunakan sifat cross product dan triple product), diperoleh $|d\mathbf{T}/dt| = |\mathbf{r}'\times\mathbf{r}''|/|\mathbf{r}'|^2$. Substitusi:
Lingkaran oskulasi (osculating circle) di titik $P$ pada kurva adalah lingkaran berjari-jari $\rho$ yang paling "rapat" menyentuh kurva di $P$ — memiliki tangen, kurvatur, dan turunan kurvatur yang sama.
$\mathbf{r}(t) = \langle a\cos t, a\sin t, bt \rangle$:
Kurvatur heliks konstan — sama di setiap titik! Ini analog dengan lingkaran (yang juga memiliki kurvatur konstan), dan menjelaskan mengapa heliks terasa "seragam." Jika $b = 0$ (lingkaran), $\kappa = 1/a$, sesuai yang diharapkan. ✓
$f(x) = x^2$, $f'(0) = 0$, $f''(0) = 2$:
Jari-jari kelengkungan: $\rho = 1/2$. Lingkaran oskulasi di origin memiliki jari-jari $0.5$ dan pusat di $(0, 0.5)$. ✓
18.8 Vektor Normal Utama dan Vektor Binormal
(Rumus kedua berguna saat menghitung dalam parameter $t$.) $\mathbf{N}(t)$ menunjuk ke arah di mana kurva membengkok — yaitu, ke arah pusat lingkaran oskulasi.
$\{\mathbf{T}, \mathbf{N}, \mathbf{B}\}$ membentuk basis ortonormal tangan kanan yang bergerak sepanjang kurva: setiap vektor berpanjang 1, saling tegak lurus, dan $\mathbf{T}\times\mathbf{N}=\mathbf{B}$. Ketiganya menentukan bidang oskulasi (bidang yang dibentuk $\mathbf{T}$ dan $\mathbf{N}$), bidang normal ($\mathbf{N}$ dan $\mathbf{B}$), dan bidang rektifikan ($\mathbf{T}$ dan $\mathbf{B}$).
$\mathbf{r}(t) = \langle \cos t, \sin t, t \rangle$ ($a = 1$, $b = 1$):
Tangen satuan:
Normal utama:
Binormal:
Perhatikan: $\mathbf{N}$ selalu mengarah ke sumbu-$z$ (pusat lingkaran proyeksi $xy$), dan semua tiga vektor berotasi seragam seiring $t$. ✓
18.9 Rumus Frenet-Serret
Teorema 18.6 — Rumus Frenet-Serret
Turunan basis TNB terhadap panjang busur $s$:
$$\boxed{\frac{d\mathbf{T}}{ds} = \kappa\,\mathbf{N}, \qquad \frac{d\mathbf{N}}{ds} = -\kappa\,\mathbf{T} + \tau\,\mathbf{B}, \qquad \frac{d\mathbf{B}}{ds} = -\tau\,\mathbf{N}}
$$
di mana $\kappa$ adalah kurvatur dan $\tau$ adalah tonjolan (torsion).
Definisi 18.12 — Tonjolan (Torsion) $\tau$
Tonjolan mengukur seberapa cepat kurva meninggalkan bidang oskulasi — seberapa "twisted" kurva tersebut.
$$\tau = -\mathbf{N}\cdot\frac{d\mathbf{B}}{ds} = \frac{(\mathbf{r}'\times\mathbf{r}'')\cdot\mathbf{r}'''}{|\mathbf{r}'\times\mathbf{r}''|^2}
$$
Interpretasi:
- $\tau = 0$: kurva planar (terletak pada satu bidang)
- $\tau > 0$: kurva "memilin" ke satu arah
- $\tau < 0$: kurva "memilin" ke arah berlawanan
Kurvatur vs. Tonjolan
Kurvatur $\kappa$ menjawab: "Seberapa cepat kurva membengkok di dalam bidang oskulasi?" (Perubahan arah $\mathbf{T}$ di dalam bidang oskulasi.) Tonjolan $\tau$ menjawab: "Seberapa cepat bidang oskulasi itu sendiri berputar?" (Perubahan arah $\mathbf{B}$, yang normal terhadap bidang oskulasi.) Bersama-sama, $\kappa$ dan $\tau$ secara lengkap menggambarkan geometri lokal kurva — ini adalah "sidik jari" kurva.
Contoh 18.10 — Tonjolan Heliks
Dari Contoh 18.9, $\mathbf{B}(t) = \frac{1}{\sqrt{2}}\langle \sin t, -\cos t, 1 \rangle$:
$$\frac{d\mathbf{B}}{dt} = \frac{1}{\sqrt{2}}\langle \cos t,\; \sin t,\; 0 \rangle = -\mathbf{N}(t)\cdot\frac{1}{\sqrt{2}}
$$
Karena $\dfrac{ds}{dt} = \sqrt{2}$:
$$\frac{d\mathbf{B}}{ds} = \frac{d\mathbf{B}/dt}{ds/dt} = \frac{-\mathbf{N}/\sqrt{2}}{\sqrt{2}} = -\frac{1}{2}\,\mathbf{N}
$$
Jadi $\tau = \dfrac{1}{2}$ (konstan positif). Heliks memiliki kurvatur dan tonjolan yang keduanya konstan — sifat unik yang menjelaskan keharmonisan geometrisnya. ✓
Contoh 18.11 — Tonjolan Kurva Planar
Untuk setiap kurva bidang, $\mathbf{B}$ konstan (tegak lurus terhadap bidang kurva), sehingga $d\mathbf{B}/ds = \mathbf{0}$ dan $\tau = 0$. Contoh: lingkaran, parabola, elips — semuanya memiliki tonjolan nol. ✓
18.10 Komponen Akselerasi: Tangensial dan Normal
Turunan basis TNB terhadap panjang busur $s$:
di mana $\kappa$ adalah kurvatur dan $\tau$ adalah tonjolan (torsion).
Tonjolan mengukur seberapa cepat kurva meninggalkan bidang oskulasi — seberapa "twisted" kurva tersebut.
Interpretasi:
- $\tau = 0$: kurva planar (terletak pada satu bidang)
- $\tau > 0$: kurva "memilin" ke satu arah
- $\tau < 0$: kurva "memilin" ke arah berlawanan
Kurvatur $\kappa$ menjawab: "Seberapa cepat kurva membengkok di dalam bidang oskulasi?" (Perubahan arah $\mathbf{T}$ di dalam bidang oskulasi.) Tonjolan $\tau$ menjawab: "Seberapa cepat bidang oskulasi itu sendiri berputar?" (Perubahan arah $\mathbf{B}$, yang normal terhadap bidang oskulasi.) Bersama-sama, $\kappa$ dan $\tau$ secara lengkap menggambarkan geometri lokal kurva — ini adalah "sidik jari" kurva.
Dari Contoh 18.9, $\mathbf{B}(t) = \frac{1}{\sqrt{2}}\langle \sin t, -\cos t, 1 \rangle$:
Karena $\dfrac{ds}{dt} = \sqrt{2}$:
Jadi $\tau = \dfrac{1}{2}$ (konstan positif). Heliks memiliki kurvatur dan tonjolan yang keduanya konstan — sifat unik yang menjelaskan keharmonisan geometrisnya. ✓
Untuk setiap kurva bidang, $\mathbf{B}$ konstan (tegak lurus terhadap bidang kurva), sehingga $d\mathbf{B}/ds = \mathbf{0}$ dan $\tau = 0$. Contoh: lingkaran, parabola, elips — semuanya memiliki tonjolan nol. ✓
Dalam kinematika, $\mathbf{v}(t) = \mathbf{r}'(t)$ adalah kecepatan dan $\mathbf{a}(t) = \mathbf{r}''(t)$ adalah percepatan. Akselerasi dapat didekomposisi menjadi dua komponen yang secara fisik sangat berbeda.
di mana:
Dari $\mathbf{v} = |\mathbf{v}|\,\mathbf{T}$, turunkan:
Komponen pertama sudah $a_T\,\mathbf{T}$. Untuk komponen kedua, gunakan $d\mathbf{T}/dt = (d\mathbf{T}/ds)(ds/dt) = \kappa\mathbf{N}\cdot|\mathbf{v}|$:
$a_T$ adalah "pedal gas/rem": positif saat partikel mempercepat (menambah kecepatan), negatif saat memperlambat, nol saat kecepatan konstan (gerak uniform). $a_N$ adalah "setir": selalu non-negatif, nol pada garis lurus, besar pada tikungan tajam. Gaya sentripetal $F_N = m\,a_N = m\kappa v^2$ adalah gaya yang diperlukan untuk membuat partikel berbelok.
$\mathbf{r}(t) = \langle \cos t, \sin t, t \rangle$:
Komponen tangensial:
Komponen normal:
Seluruh akselerasi bersifat normal ($\mathbf{a} = 0\cdot\mathbf{T} + 1\cdot\mathbf{N} = \mathbf{N}$). Kecepatan besarnya konstan ($\sqrt{2}$), akselerasi hanya mengubah arah. Ini sama dengan gerak melingkar beraturan dalam mekanika — heliks adalah "gerak melingkar beraturan yang naik." ✓
$\mathbf{r}(t) = \langle v_0 t,\; 0,\; v_0 t - \frac{1}{2}g t^2 \rangle$ (dilempar miring di bidang $xz$):
Di puncak lintasan ($v_0 - gt = 0$): $a_T = 0$ (kecepatan minimum, sesaat tidak berubah), $a_N = g$ (seluruh gravitasi mengubah arah). Di titik lempar ($t=0$): $a_T = -gv_0/(v_0\sqrt{2}) = -g/\sqrt{2}$, $a_N = g/\sqrt{2}$. ✓
18.11 Aplikasi: Gerak Partikel di Ruang
Diketahui $\mathbf{F}$, integrasikan dua kali untuk mendapatkan $\mathbf{r}(t)$, menggunakan kondisi awal $\mathbf{r}(0)$ dan $\mathbf{v}(0)$ untuk menentukan konstanta integrasi.
Partikel bermassa $m$ dengan $\mathbf{F} = \langle 0, 0, -mg \rangle$, posisi awal $\mathbf{r}_0 = \langle 0, 0, h \rangle$, kecepatan awal $\mathbf{v}_0 = \langle v_{0x}, v_{0y}, v_{0z} \rangle$:
Lintasan selalu parabola (atau garis lurus jika $v_{0x} = v_{0y} = 0$), terletak pada bidang vertikal yang ditentukan oleh $\mathbf{v}_0$ dan $\mathbf{g}$. ✓
Partikel bergerak pada lingkaran berjari-jari $R$ di bidang $xy$ dengan kecepatan sudut $\omega$:
Akselerasi selalu mengarah ke pusat (akselerasi sentripetal), dengan $|\mathbf{a}| = R\omega^2 = v^2/R$. Verifikasi: $\kappa = 1/R$, $a_N = \kappa v^2 = (1/R)(R\omega)^2 = R\omega^2$ ✓, $a_T = 0$ ✓ (kecepatan konstan). ✓
18.12 Ringkasan: Rumus-Rumus Kunci Bab 18
| Kuantitas | Rumus (parameter $t$) |
|---|---|
| Turunan | $\mathbf{r}'(t) = \langle x'(t), y'(t), z'(t) \rangle$ |
| Vektor tangen satuan | $\mathbf{T} = \dfrac{\mathbf{r}'}{|\mathbf{r}'|}$ |
| Panjang busur | $L = \displaystyle\int_a^b |\mathbf{r}'(t)|\,dt$ |
| Fungsi panjang busur | $s(t) = \displaystyle\int_a^t |\mathbf{r}'(u)|\,du$ |
| Kurvatur | $\kappa = \dfrac{|\mathbf{r}'\times\mathbf{r}''|}{|\mathbf{r}'|^3}$ |
| Jari-jari kelengkungan | $\rho = 1/\kappa$ |
| Normal utama | $\mathbf{N} = \dfrac{\mathbf{T}'}{|\mathbf{T}'|}$ |
| Binormal | $\mathbf{B} = \mathbf{T}\times\mathbf{N}$ |
| Tonjolan | $\tau = \dfrac{(\mathbf{r}'\times\mathbf{r}'')\cdot\mathbf{r}'''}{|\mathbf{r}'\times\mathbf{r}''|^2}$ |
| Komponen $a_T$ | $a_T = \dfrac{\mathbf{v}\cdot\mathbf{a}}{|\mathbf{v}|} = \dfrac{d}{dt}|\mathbf{v}|$ |
| Komponen $a_N$ | $a_N = \dfrac{|\mathbf{v}\times\mathbf{a}|}{|\mathbf{v}|} = \kappa\,|\mathbf{v}|^2$ |
| Dekomposisi | $\mathbf{a} = a_T\,\mathbf{T} + a_N\,\mathbf{N}$ |
Semua konsep dalam bab ini — fungsi vektor, panjang busur, vektor tangen, dan kurvatur — akan menjadi fondasi bagi integral garis (Bab 23). Di sana, kita akan mengintegrasikan fungsi (skalar atau vektor) sepanjang kurva $\mathbf{r}(t)$, dan elemen $ds = |\mathbf{r}'(t)|\,dt$ yang diperkenalkan di sini akan muncul secara natural. Bingkai TNB juga muncul dalam Teorema Stokes (Bab 24), di mana rotasi medan vektor dihubungkan dengan sirkulasi di sepanjang tepi permukaan.
- Gambarkan lintasan $\mathbf{r}(t) = \langle t^2, t^4, t^6 \rangle$ untuk $t \geq 0$. Tunjukkan bahwa lintasan ini terletak pada permukaan $z = x^3$ (atau permukaan lain yang sesuai). Berikan persamaan kartesian lengkap dari kurva ini.
- Hitung $\mathbf{r}'(t)$ dan $\mathbf{r}''(t)$ untuk $\mathbf{r}(t) = \langle t\,e^t,\; t^2+1,\; \ln(1+t) \rangle$. Tentukan titik-titik di mana $\mathbf{r}'(t)$ tegak lurus terhadap $\mathbf{r}''(t)$.
- Hitung panjang busur kurva $\mathbf{r}(t) = \langle e^t\cos t,\; e^t\sin t,\; e^t \rangle$ dari $t=0$ hingga $t=1$. Petunjuk: sederhanakan $|\mathbf{r}'(t)|$ terlebih dahulu.
- Hitung kurvatur kurva $\mathbf{r}(t) = \langle t,\; t^2,\; t^3 \rangle$ di $t = 0$ dan $t = 1$. Di titik mana kurva lebih "bengkok"?
- Hitung kurvatur parabola $y = ax^2 + bx + c$ sebagai fungsi $x$, dan tunjukkan bahwa kurvatur maksimum terjadi di puncak parabola.
- Tentukan basis TNB untuk kurva $\mathbf{r}(t) = \langle \cosh t,\; \sinh t,\; t \rangle$ di $t = 0$. Hitung juga $\kappa$ dan $\tau$ di titik ini.
- Tunjukkan bahwa untuk setiap kurva dengan $\tau = 0$ di semua titik, kurva tersebut terletak pada sebuah bidang. Petunjuk: jika $\mathbf{B}$ konstan, maka $\mathbf{r}'\cdot\mathbf{B} = 0$, yang berarti $\mathbf{r}(t)$ selalu pada bidang yang tegak lurus $\mathbf{B}$.
- Partikel bergerak dengan $\mathbf{r}(t) = \langle 2\cos 3t,\; 2\sin 3t,\; 4t \rangle$. Hitung $a_T$ dan $a_N$. Berapa kecepatan linear? Berapa kurvatur? Verifikasi bahwa $a_N = \kappa v^2$.
- Sebuah partikel dilempar dari titik $(0, 0, 10)$ dengan kecepatan awal $\mathbf{v}_0 = \langle 3, 4, 8 \rangle$ m/s di bawah gravitasi $g = 9.8$ m/s². (a) Tentukan $\mathbf{r}(t)$. (b) Kapan dan di mana partikel menyentuh bidang $z = 0$? (c) Hitung kecepatan saat tumbukan.
- Tunjukkan bahwa rumus kurvatur dalam parameter $t$ mengurangi menjadi rumus kurvatur untuk kurva bidang $y = f(x)$ dengan substitusi $\mathbf{r}(t) = \langle t, f(t), 0 \rangle$.
Bab 18 membahas satu variabel independen ($t$) yang menghasilkan vektor di $\mathbb{R}^3$. Bab 19 membalik situasi: banyak variabel independen ($x, y$ atau $x, y, z$) yang menghasilkan satu nilai (skalar) $f(x,y)$ atau $f(x,y,z)$. Ini adalah fungsi multivariabel — objek sentral Kalkulus III. Turunan parsial (Bab 19) menggantikan turunan biasa, gradien menggantikan turunan sebagai vektor, dan bidang tangen (Bab 20) menggantikan garis singgung sebagai aproksimasi linear lokal.